Kupas Buku Manajemen Perpustakaan Digital

Judul : Manajemen Perpustakaan Digital
Pengarang : Sismanto
Halaman : 140 hlm; 205 mm
Penerbit : Afifa Pustaka
Kota Terbit : Jakarta
Terbit : Mei 2007
ISBN : 98-99-3242-9-2-0
Peresensi : Lutfi Fadila


Sebuah tantangan yang membuat penulis untuk membuat inovasi strategis secara manajerial maupun operasional guna pemberdayaan dan keberpihakan perpustakaan, dan pada gilirannya berdampak pada peningkatan minat dan kegemaran membaca peserta didik, civitas akademika, masyarakat menuju learning society dan learning community yang merupakan ciri masyarakat maju dan beradab. Read more »

Taman Kehidupan

Awalnya saya merasa agak canggung sekaligus malu-malu, manakala saya menapakkan kaki memasuki sebuah pelataran sekolah yang begitu asri, santun, dan berkesan. Tidak ada papan nama dalam sekolah itu, yang saya temukan adalah para guru yang berjajar rapi dan selalu melambaikan tangannya menunggu murid-murid yang ingin memasuki kelas tersebut. Namun ada papan nama kecil meski belum terdaftar di Jaringan Pendidikan Nasional (jardiknas) maupun Nomor Induk Sekolah (NIS), yang ada hanya sebuah papan bertuliskan “Make a comfort home for all” Read more »

Kepada Pendidikanku

“Didiklah anak-anakmu untuk masa yang bukan masamu”Ungkapan di atas tidak kurang dari 13 abad yang lalu disampaikan Ali Bin Abi Thalib R.A. bahwa masa-masa kita mengenyam pendidikan dulu tidak sama dengan pendidikan masa sekarang dan di masa yang akan datang. Barangkali kata-kata ini diadaptasi oleh para pengambil kebijakan pendidikan ditingkat elit sehingga timbul pergantian dan pengembangan kurikulum. Saya mencatat tidak kurang dari delapan kali kurikulum pendidikan kita berubah-ubah, yakni kurikulum 1947, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, dan kurikulum 2006 yang kita kenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan alasan mutu, relevansi, efisiensi, dan pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan. Read more »

Menghargai Persahabatan

Judul buku : Let’s Talk About…

Penulis : Retnadi Nur’aini, Airin Nisa, Shinta Anita Sari

Tebal : 191 halaman

Penerbit : Halaman Moeka Publishing

Cetakan : Pertama, Februari 2009

ISBN : 978-979-19351-0-4

Melihat cover dan kecerdasan marketing penulisnya sebelum peluncuran buku ini menyita perhatian saya untuk segera memiliki buku “Let’s Talk Abaout Friendship, Married, & Ordinary Miracle”. Bagaimana tidak, awal sebelum merilis peluncuran buku perdananya salah satu penulisnya (Retnadi Nuraini) sudah memberikan rasa penasaran kepada khalayak pembaca akan ada buku yang akan terbit di bulan itu. Demikian pula saya yang sejara jujur saya akui sebagai pengagum setia tulisan-tulisannya. Read more »

Siapa Bilang Menulis itu Mudah?

Kata siapa menulis itu sulit?
Dan siapa yang bilang menulis itu mudah?

Bila Anda menemui permasalahan atas pertanyaan tersebut di atas, simaklah tulisan ini. Bagi Anda yang berprofesi menjadi guru tentu hal ini akan menjadi semakin berguna karena setiap hari Anda bergumul dengan dunia tulis menulis. Kuncinya terletak pada kebiasaan. Kebiasaan bagi seorang petani yang terbiasa mencangkul di sawah akan lebih mudah mencangkul daripada orang yang pakai dasi di kantoran yang kerjanya di belakang meja. Seorang nelayan akan mudah menebar dan membuat jala dibandingkan dengan pekerjaan lain, karena itu memang kebiasaannya. Dulu saya terbiasa ikut bapak ke laut mencari ikan di laut, maka saya terbiasa dengan kehidupan laut. Tapi lambat laun kebiasaan itu hilang ketika saya tidak membiasakan diri ke laut.
Misalnya saya terbiasa bangun di malam hari, mengambil air wudlu, sholat – kemudian beribadah kepada Nya tentu saya lebih mudah bangun daripada orang yang tidak pernah beribadah di malam hari, tidak pernah sholat tahajud, dan tidak terbiasa bangun di malam hari. Pun demikian dengan guru, terbiasa membuat administrasi pembelajaran, terbiasa membuat evaluasi pembelajaran, penilaian, apalagi membuat ini dan itu. Read more »

Sangatta, Sangat Banyak Cerita

Beberapa waktu yang lalu saya sempat menuliskan mimpi cover-flp-sangatta1tentang Kota Sangata di sebuah buku antologi yang garis besarnya ketidaktahuan saya akan kondisi Sangatta. Sangata, kota kecil yang diapit dua Taman Nasional Kutai (TNK) dan Taman Nasional Muara Wahau. Kota dengan tambang batu bara terbesar yang dikelola PT. Kaltim Prima Coal (KPC). Sangata merupakan salah satu kota yang ada di Propinsi Kalimantan Timur. Kota ini dikenal dengan julukan kota tambang. Bila di Sangata lama awalnya ada tambang minyak, di Sangata baru ada tambang batu bara yang sudah dieksplorasi dan dieksploitasi sejak tahun 1987. Read more »

Terimakasih Nak!

Terimakasih Nak!
Penulis: Sismanto
Email: sirilwafa at gmail dot com

Di sekolah tempat saya bekerja ditempatkan empat orang PBU yang masing-masing mengurusi bagiannya masing-masing. Ada yang bertugas di lantai satu, ada yang bertugas di lantai dua, ada yang bertugas di halaman dan sekitar, dan ada pula satu orang PBU perempuan yang bertugas mengurusi masalah dapur dan terkadang juga membantu PBU yang lain di kelas maupun tempat-tempat yang diiminta oleh koordinatornya. Read more »

Induction

Sembilan bulan saya menunggu induction akhirnya tanggal 20 Juli 2008 kesampaian. Mengapa saya menunggu induction? Induction merupakan proses pertama yang seharusnya dilalui oleh karyawan di perusahaan kami. Dengan mengikuti induction karyawan akan memperoleh kimper (sejenis ID cards). Dalam induction sebenarnya ada dua materi dasar yang harus diketahui oleh calon karyawan, yakni; masalah K3L (Kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan) serta masalah lingkungan yang berkaitan dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Read more »

Public Policy

Judul : Public Policy

Penulis : Riant Nugroho

Halaman : viii + 657 hlm

Penerbit : Elexmedia Komputindo

Kota Terbit : Jakarta Terbit : 2008

Peresensi : Sismanto

Dr. Riant Nugroho merupakan seorang public policy specialist dan penulis buku yang produktif mengenai kebijakan publik. Di samping itu juga tercatat sebagai direktur Institue for Policy Reform, pendiri dan ketua harian Masyarakat Kebijakan Publik Indonesia (MAKPI). Riant Nugroho dalam buku ini dengan tegas memilah antara makna kebijakan dengan kebijaksanaan yang masih seringkali disalahtafsirkan penggunaannya di Indonesia. Read more »

a Four Fingered Pianist; A Diary of Hee Ah Lee

Judul : a Four Fingered Pianist; A Diary of Hee Ah Lee

Penulis : Lee Hee –Ah

Penerjemah : Irma Ekawati

Halaman : x + 190 hlm
Penerbit : Elexmedia Komputindo

Kota Terbit : Jakarta
Terbit : 2008

Melihat cover sampul ini saya langsung tertarik untuk membacanya apalagi tertera kata diari di sana. Ya begitulah, saat ini buku-buku diari sangat dibutuhkan para penerbit dan diburu para pembaca. Tidak heran bila penerbit Elexmedia Komputindo kemudian menitahkan Irma Ekawati untuk menerjemahkan buku dengan judul asli “a Four Fingered Pianist; A Diary of Hee Ah Lee”. Read more »

Ucapkan Permisi Nak!

Ucapkan Permisi Nak!

Penulis: Sismanto

Email: sirilwafa at gmail dot com

Hari Minggu, satu minggu yang lalu baru kali ini saya mengikuti kegiatan salah satu ormas yang dulu pernah saya ikuti. Secara dua tahun saya vakum kegiatan ke-ormas-an selama menjadi guru di Sangata. Acaranya cukup sederhana hanya sunatan masal dan pembagian sumbangan beasiswa bagi anak-anak yang berada di panti asuhan. Namun, saya melihat spirit yang luar biasa yang dilakukan oleh ormas tersebut. Read more »

MANUSIA MARKESOT

Judul : Markesot Bertutur Lagi
Penulis : Emha Ainun Nadjib
Halaman : 296 hlm
Penerbit : Mizan
Kota Terbit : Bandung
Terbit : Agustus 1994
Cetakan : I

Dalam buku ini Emha Ainun Nadjib menceritakan tokoh yang bernama Markesot. Sebagaimana diungkapkan dalam preambule-nya bahwa Markesot tidak punya gagasan apapun yang disebut dengan” masa depan”. Ia tidak membayangkan apa-apa tentang perjalanan hidupnya, ia tidak mencemaskan hari tuanya, ia tidak memimpikan istri dan anak, meskipun sarjana itu mengejar-ngejarnya sampai-sampai surat cinta disobek-sobek yang dikirimkan kepadanya dianggap absurd dan cengeng. Ia tidak memperhatikan warna bajunya atau potongan rambutnya meskipun yang belakang ini mulai berubah semenjak sang sarjana berhasil menaklukkan hatinya. Yang dipunyai markesot adalah kesetiaan menjalani hidup dalam satuan detik. Kesetiaan terhadap barang-barang yang diperbaikinya, barangkali benda itu melahirkan filosofi dan nilai-nilai kepadanya.
Tokoh Markesot bagi Emha Ainun Nadjib merupakan kenangan pribadinya atas masa kanak-kanaknya bersama temannya. Merekonstruksi pemikiran dan memodifikasinya menjadi tokoh imajiner yang diperlukan oleh masyarakat pembaca dalam situasi sejarah seperti sekarang. Dan Emha Ainun Nadjib juga mengakui bahwa beberapa cerita dalam tokoh Markesot ini adalah dia sendiri. Dan, yang harus disebut pula bahwa jasa Markesot baik yang asli maupun yang dimodifikasi dan diidealisir kepada masyarakat tidak terletak dalam representasi kemerdekaan pribadinya, sikap egaliternya, perhatiannya yang besar kepada semua persoalan masyarakat, tapi juga lebih konkret dari itu. Read more »

Jejak Tinju Pak Kiai

Judul : Jejak Tinju Pak Kiai

Penulis : Emha Ainun Nadjib

Halaman : xiii + 240 hlm

Penerbit : PT. Kompas Media Nusantara

Tahun Terbit : September, 2008

Kota Terbit : Jakarta

Peresensi : Sismanto


jejak-tinju-pak-kiaiBuku dengan judul yang provokatif sehingga menarik perhatian untuk membaca isinya. Desain cover depan dominan warna kuning dan putih ini tepat sekali jika Cak Nun memberi judul “Jejak tinju Pak Kiai”, judul yang diambil dari salah satu esainya yang dimuat dalam Seputar indonesia, 24 Agustus 2007. Buku ini merupakan kumpulan tulisan-tulisan yang pernah dimuat oleh berbagai media di Indonesia.

Apa yang menjadi fokus dari seorang Emha melalui bukunya ini? “Kalau saya shalat, bukan saya benar-benar shalat. Itu saya ngakali Tuhan. Shalat saya hanya alat untuk mencari kemungkinan tambahan agar tercapai kepentingan tertentu yang saya simpan diam-diam dan Anda tak boleh tahu. Misalnya, shalat saya bertujuan agar cita-cita saya tercapai, di bidang kekuasaan, kenaikan pangkat, atau pembengkakan deposito bank saya. Tetapi aslinya pamrih saya Anda tak akan tahu, sebab Anda terlalu meremehkan atau under estimate terhadap tingkat kejahatan dan keserakahan hidup saya” (Hal.11). Kegelisahan Cak Nun di perlihatkan juga pada kebiasaan pengemis, sebagai kebiasaan seseorang yang kuat dan mempu bekerja dengan baik tetapi lebih suka mengemis atau memang dikarena faktor yang tidak memungkinkan lagi bagi seseorang tersebut untuk mencari pekerjaan lain selain menjadi pengemis. Bagi Cak Nun, melihat fenomena demikian, ”saya berniat memberi, jangan dimintai. Kalau memberi karena dimintai apa hebatnya, tetapi kalau memberi tidak diminta itu baru nikmat (hal. 33). Read more »

Ada Cinta pada XL

Saat usia sekolah dasar (SD) dahulu di kampung halaman belum ada orang yang membawa handphone (HP), apalagi anak-anak seusia saya, usia tujuh tahunan. Selain harga HP yang tidak terjangkau pulsanya juga relatif mahal, hanya orang-orang tertentu saja yang mampu membelinya. Namun sekarang, di era informarsi digital hampir semua orang dewasa, remaja, maupun anak usia sekolah bahkan anak usia Taman Kanak-Kanak (TK) pun membawa HP.

Memang jaman yang berbeda dan anggapan HP sebagai kebutuhan yang membuat demikian. Jika jaman kita dahulu orang tua mengkhawatirkan penggunaan telepon, sekarang anak-anak usia SD dan usia play group sudah membawa telepon seluler (HP) orang tua tidak boleh menyalahkan jaman yang demikian, yang terpenting bisa memberikan pondasi karakter anak dan anak sudah bisa memilih mana yang benar dan mana yang salah, tinggal orang tua yang mengawasi dan mengarahkan saja keinginan anak. Read more »

Sangatta, I’m Back

“Back to nature!”

Back to Nature” adalah istilah yang sering kami gunakan untuk menjalani rutinitas kerja di Sangatta setalah melepas penat dari istirahat sejenak “cuti”. Maklum saja, saya harus meghitung waktu cuti agar dapat tergunakan dengan optimal. Dalam satu tahun, cuti disesuaikan dengan kalender pendidikan yaitu pada saat libur sekolah dan dapat diambil 3 (tiga) kali dalam 1 tahun. Jumlah hari cuti 29 hari takwim dalam satu tahun, kurang dari satu tahun dihitung prorata.

Biasanya pengambilan waktu cuti itu adalah pada bulan Juli manakala anak didik liburan akhir tahun pelajaran setelah menjalani rutinitas kegiatan belajar mengajar (KBM) selama satu tahun, bulan Desember – Januari yang jatuh pada liburan semester, dan liburan hari raya. Momen-momen inilah yang bisa saya ambil untuk cuti. Read more »

Meremehkan Kemampuan Anak

Orang tua selalu dihadapkan pada kondisi yang selalu dinamik, di satu sisi mempunyai cita-cita ideal pada anaknya, sementara di sisi lain anak melakukan hal yang tidak sesuai dengan keinginan dan cita-cita ideal orang tuanya. Misalnya, keinginan orang tua tidak ditanggapi positif oleh aksentuasi perilaku anak yang berakibat orang tua meremehkan setiap kemampuan yang dimiliki oleh anak-anaknya.
Meremehkan anak-anak dan sedikit sekali memberikan dorongan serta anjuran kepada mereka. Misalnya, orang tua berusaha menyuruh mereka diam manakala mereka lagi asyik berbicara. Bahkan, saya selalu diejek, begitu pula obrolan juga senantiasa diperolok-olok, yang hal itu menyebabkan anak kurang mempunyai kepercayaan pada dirinya, ia kurang berani berbicara apalagi mengeluarkan pendapat. Mencaci maki mereka apabila melakukan kesalahan, mengumpat-ngumpat mereka apabila mereka gagal dan kalah. Sedangkan, ayah merasa bangga dan sombong dengan berbuat seperti itu. Dengan demikian, ada jarak psikologis antara kedua belah pihak sehingga tidak mungkin lagi si ayah dapat mempengaruhi anak-anaknya. Read more »