Analisis Pengembangan Profesionalisme Guru pada Lembaga Pendidikan Islam di Kota Malang

ABSTRAK

 

Mufathonah (2006). Analisis Pengembangan Profesionalisme Guru pada Lembaga Pendidikan Islam di Kota Malang. Tesis (tidak dipublikasikan). Program Studi Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan. Program Pascasarjana. Universitas Muhammadiyah Malang. Dosen Pembimbing: (1) Dra. Hj. Sugiarti, M. Si, (2) Drs. Mahfud Efendy, M.M.

Kata Kunci: Profesionalisme guru, Lembaga pendidikan Islam, Madrasah Ibtidaiyah.

Upaya peningkatan kualitas pendidikan dari tahun ke tahun selalu menjadi program pemerintah. Salah satunya dengan ditetapkannya UU. No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan dijelaskan lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Kualitas pendidikan ditentukan oleh  penyempurnaan integral dari seluruh komponen pendidikan seperti kualitas guru, penyebaran guru yang merata, kurikulum, sarana dan prasarana yang memadai, suasanan PBM yang kondusif, dan kualitas guru yang meningkat dan didukung oleh kebijakan pemerintah. Guru merupakan titik sentral peningkatan kualitas pendidikan yang bertumpu pada kualitas proses belajar mengajar. Oleh sebab itu peningkatan profesionalisme guru merupakan suatu keharusan.

Guru profesional tidak hanya menguasai bidang ilmu, bahan ajar, dan metode yang tepat, akan tetapi mampu memotivasi peserta didik, memiliki keterampilan yang tinggi dan wawasan yang luas terhadap dunia pendidikan. Profesionalisme guru secara konsinten menjadi salah satu faktor terpenting dari mutu pendidikan. Guru yang profesional mampu membelajarkan murid secara efektif sesuai dengan kendala sumber daya dan lingkungan. Namun, untuk menghasilkan guru yang profesional juga bukanlah tugas yang mudah. Perkembangan kualitas lembaga pendidikan Islam yang bertugas mengembangkan ilmu pengetahuan berkaitan erat dengan perkembangan profesionalisme guru. Tantangan yang dihadapi dalam bidang manajemen, selama ini tampak bahwa sebagian besar lembaga pendidikan Islam belum dikelola secara memadai, untuk mengadakan upaya profesionalisme umumnya masih sangat rendah.

Kondisi lembaga pendidikan yang masih memprihatinkan ini mulai berubah pada awal tahun 90-an dengan muncul sekolah-sekolah berbasis Islam yang mengeksiskan dirinya untuk menjadi lembaga pendidikan yang siap menghadapi perkembangan zaman. Salah satu perkembangan yang mencolok dalam perkembangan lembaga pendidikan Islam di Indonesia adalah munculnya sekolah-sekolah elit muslim yang lebih dikenal sebagai “Sekolah Islam Unggulan”. Keunggulan sekolah itu diukur dari prestasi akademik maupun non akademik begitu juga dari segi guru.

Berdasarkan uraian di atas tentang pentingnya pengembangan mutu sumber daya manusia khususnya guru di Madrasah Ibtidaiyah, maka diperlukan bentuk dan upaya-upaya dalam pengembangan profesionalitasnya. Apalagi kenyataan di lapangan tantangan yang dihadapi madrasah sangatlah kompleks, tampak bahwa sebagian besar madrasah belum dikelola secara memadai, untuk mengadakan perbaikan atau upaya profesionalisme umumnya masih sangat rendah. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti ingin mengetahui bagaimana upaya dan proses pengembangan profesionalisme guru di lembaga pendidikan Islam di Kota Malang.

Penelitian ini menekankan kepada upaya pengembangan profesionalisme guru di lembaga Pendidikan Islam dengan fokus penelitian sebagai berikut: (1) Upaya yang dilakukan untuk pengembangan profesionalisme guru, (2) Faktor-faktor apa saja yang mendorong dan menghambat upaya pengembangan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan rancangan penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan: observasi, wawancara mendalam (in-depth interview), dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan berpedoman pada langkah-langkah penelitian.

Berdasarkan hasil penelitian dapat kesimpulan bahwa: (1) Upaya pengembangan profesionalisme guru dilakukan dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Jenderal Sudirman/MIJS meliputi: (a) rekrutmen guru yang ketat, (b) pengangkatan guru sesuai kompetensi, (c) mengadakan dan mengikut sertakan guru dalam pendidikan dan pelatihan, (d) melakukan supervisi pendidikan, (e) menugas Belajarkan Kepala Madrasah ke jenjang yang lebih tinggi, (f) menanamkan komitmen Ruhul Jihad, (g) pemberikan penghargaan (reward), (h) melakukan Koordinasi yang bersifat rutin, dan (i) menjalankan program tunjangan prestasi. Sedangkan upaya pengembangan profesionalisme guru yang dilakukan di MI Al-Fattah meliputi: (a) rekrutmen guru/seleksi administrasi yang ketat, (b) sistem penggajian dan kenaikan pangkat yang jelas, (c) mengadakan dan mengikut sertakan guru dalam pendidikan dan pelatihan, (d) melakukan supervisi, (e) pertemuan rutin rumpun bidang studi, dan (f) mengadakan koordinasi rutin, khususnya dalam peningkatan keterampilan mengajar guru. Upaya pengembangan profesionalisme guru yang dilakukan di MI Miftahul Huda meliputi: (a) rekrutmen/seleksi guru yang kurang baik, (b) sistem penggajian yang kurang jelas, (c) mengikutsertakan guru dalam pendidikan dan pelatihan, (d) melakukan, dan (e) mengadakan koordinasi, dan (2) Faktor yang mendorong upaya pengembangan profesionalisme guru di Madrasah Ibtidaiyah Jenderal Sudirman/MIJS, meliputi: (a) visi, misi dan target lembaga sebagai madrasah unggulan, (b) guru dianggap sebagai ujung tombak dalam meningkatkan mutu sekolah, (c) dukungan dan otoritas penuh dari yayasan, khususnya dalam hal pendanaan. Sedangkan faktor-faktor yang cukup menghambat upaya peningkatan profesionalisme guru di Madrasah ini: meliputi: (a) dana yang terbatas, (b) menurunnya semangat pengembangan diri pada sebagian guru. Faktor pendukung/pendorong upaya pengembangan profesionalisme guru yang dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Al-Fattah, meliputi: (a) Standar mutu pendidikan yang semakin tinggi, (b) visi, misi dan tujuan lembaga/madrasah, (c) guru sebagai ujung tombak suksesnya pelaksanaan pendidikan, (d) dukungan pendanaan dari yayasan. Adapun faktor-faktor yang cukup menghambat upaya peningkatan profesionalisme guru di Madrasah ini, meliputi: (a) minimnya alokasi dana, (b) minimnya kesejahteraan guru. Faktor-faktor yang mendorong upaya pengembangan profesionalisme guru di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda, meliputi (a) visi, misi dan tujuan lembaga, (b) guru sebagai ujung tombak pendidikan di sekolah, (c) dukungan pendanaan dari yayasan. Sedangkan faktor-faktor yang cukup menghambat upaya peningkatan profesionalisme guru di Madrasah ini, meliputi: (a) minimnya alokasi dana, dan (b) kurangnya bentuk-bentuk upaya pengembangan yang dilakukan.

One thought on “Analisis Pengembangan Profesionalisme Guru pada Lembaga Pendidikan Islam di Kota Malang

  1. Mohon maaf diluar topik Bunda, kami sedang mencari Reseller & Dropshipper Pakaian Bayi dan Anak
    Kami menawarkan berbagai produk dengan harga sangat sangat bersaing.

    Silahkan Bunda kunjungi Online Shop Baju Bayi dan Anak kami di:
    web: bajubajubayi.blogspot.com
    facebook : Baju Baju Bayi

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s