Analisis Pelaksanaan Supervisi Pengajaran dalam Pembinaan Keterampilan Mengajar Guru (Studi Kasus di SMP Muhammadiyah se-Kota Malang)

ABSTRAK

 

Rukiyani Lulik Hartatik, 2007. Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang. Analisis Pelaksanaan Supervisi Pengajaran dalam Pembinaan Keterampilan Mengajar Guru (Studi Kasus di SMP Muhammadiyah se-Kota Malang). Dra. Hj. Lise Chamisijatin, M.Pd.1), Dra. Hj. Nurul Zuriah, M.Si.2)

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pelaksanaan supervisi kelas dalam pembinaan keterampilan mengajar guru di SMP Muhammadiyah se-Kota Malang, (2) Pelaksanaan supervisi klinis dalam pembinaan keterampilan mengajar guru di SMP Muhammadiyah se-Kota Malang, dan (3) Upaya apa saja yang dilakukan kepala sekolah dalam pembinaan keterampilan mengajar guru di SMP Muhammadiyah se-Kota Malang.

Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penilitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Informan dan Sampel Penelitian adalah 5 kepala sekolah dan 5 guru masing-masing SMP Muhammadiyah di wilayah Kota Malang. Teknik pengambilan data untuk pendekatan kualitatif menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sedangkan pengumpulan data dengan pendekatan kuantitatif  dengan menggunakan angket

Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

            Supervisi pengajaran menurut kepala sekolah diperoleh modus (Mo) 3.28, median (Me) 3.44, nilai rata-rata (Mean) 3.489, dan standar deviasi (s) 0.2056.  sedangkan supervisi pengajaran menurut guru diperoleh modus (Mo) 3.28, median (Me) 3.44, nilai rata-rata (Mean) 3.489, dan standar deviasi (s) 0.2056.

            Prosedur pelaksanaan supervisi kelas terdiri atas: (1) Tahap Persiapan, meliputi; (a) menyiapkan instrumen dan (b) menyiapkan jadwal bersama, (2) Tahap Pelaksanaan, yaitu pelaksanaan observasi supervisi kepala sekolah, (3) Tahap Pelaporan, meliputi;  (a) mengidentifikasi hasil pengamatan pada saat observasi di kelas, (b) menganalisis hasil supervisi, (c) mengevaluasi bersama antara kepala sekolah dan guru, dan (d) membuat catatan hasil supervisi yang didokumentasikan sebagai laporan, dan  (4) Tahap Tindak lanjut, meliputi; (a) mendisukusikan dan membuat solusi bersama, (b) memberitahukan hasil pelaksanaan kunjungan kelas,  dan (c) mengkomunikasikan kepada guru. Sedangkan pelaksanaan supervisi klinis belum berjalan secara optimal.

            Upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah adalah memahami dan memecahkan masalah-masalah proses belajar-mengajar dan membantu guru memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya sehari-hari dalam melaksanakan tugas pokoknya. Mengikutsertakan kegiatan yang dilakukan di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), KKG, maupun di PKG menyangkut teknis-edukatif yang ditujukan untuk memperbaiki proses belajar-mengajar

About these ads

10 thoughts on “Analisis Pelaksanaan Supervisi Pengajaran dalam Pembinaan Keterampilan Mengajar Guru (Studi Kasus di SMP Muhammadiyah se-Kota Malang)

  1. Pingback: Reformasi Sekolah, Kepemimpinan Feodalistis, dan KTSP « JALUR LURUS

  2. Pingback: Sawali’s Weblog » Reformasi Sekolah, Kepemimpinan Feodalistis, dan KTSP

  3. Jika merujuk pendapatnya Glickman (1985) peranan supervisi. Pertama, seharusnya supervisi dijadikan sebagai sarabna untuk pemberian bimbingan dan bantuan kepada guru dan staf tata usaha agar mampu meningkatkan kinerjanya, Kedua, Pemberian bimbingan dan bantuan dilakukan secara langsung dan tidak perlu ada perantara, Ketiga, Pemberian bantuan dan bimbingan harus dikaitkan dengan peristiwa yang memerlukan bimbingan, keempat, Kegiatan supervisi dilakukan secara berkala agar terjadi mekanisme yang ajeg dan rutin, Kelima, Supervisi terjadi dalam suasana yang kondusif penuh sifat kekeluargaan agar terjalin kerjasama yang baik, dan keenam, Supervisi dilakukan dengan mengunakan catatan agar apa yang dilakukan dan ditemukan tidak hilang. Temuan dan hal-hal penting lainnya merupakan bahan binaan yang sangat penting artinya dan dapat dibahas dalam pertemuan rutin pengawas dan kepala sekolah.
    Seorang supervisor berperan penting dalam pembinaan keterampilan mengajar guru. Jika dilihat perannya, peran supervisor adalah memberi support (supprting), membantu (assisting), dan mnegikutsertakan (sharing). Peranan seorang supervisor ialah menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga guru-guru merasa aman dan bebas dalam mengembangkan ptensi dan daya kreasi mereka dengan penuh tanggungjawab. Suasana yang demikan hanya dapat terjadi bila kepemimpinan dari supervisor itu bercorak demokratis bukan otokratis. Sehingga pada gilirannya guru-guru dapat tumbuh secara personal maupun profesional.

    Salam,

  4. Pingback: Catatan Sawali Tuhusetya

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s