Bedanya Mendidik dan Mengajar

Halooo….!!!
sahabat  …..!!

saya sekedar bercerita saja tentang mendidik dan mengajar, ini saya tahu
waktu sekolah “apa bedanya mendidik dan mengajar?”

Pendidikan merupakan bagian penting dari kehidupan yang sekaligus
membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Hewan juga
“belajar” tetapi lebih ditentukan oleh instinknya, sedangkan
manusia belajar berarti merupaka rangkaian kegiatan menuju pendewasaan
guna menuju kehidupan yang lebih berarti. Anak-anak menerima pendidikan
dari orang tuanya dan manakala anak-anak ini sudah dewasa dan
berkeluarga mereka akan mendidik anak-anaknya, begitu juga di sekolah
dan perguruan tinggi, para siswa dan mahasiswa diajar oleh guru dan
dosen.

Sepanjang pengetahuan saya, untuk mengetahui perbedaan mendidik dan
mengajar ada kalanya kita berkaca pada sejarah. Pada awalnya kita
mengenal istilah “pedagogy” dan bukan “edukasi” yang
seperti kita kenal sekarang ini. Hal ini merujuk pada pendapatnya Mark
E. Hanson, yaitu adanya satelit Soviet yang terkenal, Sputnik
mengejutkan Orang Amerika, kekuatan detik secara significan berdampak
pada pendidikan AS. Suatu ketakutan mengikat emosi berpacu bangsa AS.
Bahwa pendidikan AS telah tertinggal. Ketakutan yang sama menelan
daratan itu lagi pada tahun 1983, dengan laporan penerbitan A Nation at
Risk. pengarah untuk memulai memodernisasi kurikulum, aspecially dalam
area ilmu pengetahuan, matematika, dan bahasa asing. Proyek telah
dikembangkan oleh universitas akademis, seperti Physical Science Studi
Commitee Eksakta (PSSC) dan University of Illinois Committee on School
Mathematics (ULCSM), hal itu dimaksudkan untuk membaharui, dan
meningkatkan mutu isinya merangsang teknik mengajar yang diorientasikan
pada penemuan (discovery oriented).

Amerika yang merasa sebagai polisi dunia ternyata tidak hanya
menghegemoni ekonomi, politik pertahanan, tapi juga menghegemoni
pendidikan. Berangkat atas dasar inilah kemudian mengubah segala bentuk
pedagogi menjadi “education” yang dalam padanan Bahasa Indonesia
dikenal dengan penddikan. Sehingga, pandangan klasik tentang pendidikan
tempo dulu yang kita kenal mulai luntur.

Mendidik (pedagogy) yang dikatakan oleh sebagian orang sebagai pranata
yang dapat menjalankan tiga fungi sekaligus. Pertama, mempersiapkan
generasi muda untuk untuk memegang peranan-peranan tertentu pada masa
mendatang. Kedua, mentransfer pengetahuan, sesuai dengan peranan yang
diharapkan. Ketiga, mentransfer nilai-nilai dalam rangka memelihara
keutuhan dan kesatuan masyarakat sebagai prasyarat bagi kelangsungan
hidup masyarakat dan peradaban. Butir kedua dan ketiga di atas
memberikan pengerian bahwa mendidik bukan hanya transfer of knowledge
tetapi juga transfer of value. Dengan demikian pendidikan dapat menjadi
helper bagi umat manusia. Sementara mengajar hanya pada tataran transfer
of knowledge.

Salam,

About these ads

About Sismanto

Sismanto, lahir di Pati, 28 tahun yang lalu. Putra pertama dari 4 bersaudara ini menghabiskan waktu remajanya selama 17 tahun di pondok pesantren sembari menimba ilmu pengetahuan umum, ia menamatkan S2 Magister Kebijakan Pendidikan (2006). Tulisan-tulisannya pernah menghiasi beberapa Koran dan majalah, baik lokal maupun nasional seperti; Koran Pendidikan, Kaltim Post, Tribun Kaltim, Majalah Spora, Majalah Mata Baca, dan pemimpin redaksi primagazine. Sementara buku pertamanya tidak jauh dari tulis menulis dan minat baca yang berjudul "Manajemen Perpustakaan Digital" (Afifa Pustaka, 2007). Buku keduanya ditulis secara kolosal "Menggenggam Cahaya" (Eska Publishing House, 2008). Pernah menjadi finalis lomba Karya Tulis Sinologi V Nasional di Yogyakarta (2007). Finalis Lomba Karya Tulis Nasional Departemen Agama RI (2007), dan finalis Lomba Karya Tulis Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) di PT. Kaltim Prima Coal (2008). Saat ini aktivitasnya menjadi guru SD Primaschool PT. Kaltim Prima Coal, di samping itu juga sebagai konsultan pendidikan dan analis kebijakan pendidikan. Beliau punya motto "jadilah guru diri sendiri sebelum menjadi guru orang lain". Saat ini masih terobsesi menjadi "teroris ilmu pengetahuan” dan sedang mempersiapkan diri untuk kuliah S3. Sismanto dapat dihubungi dengan mengunjungi blog di Situs Pribadi Sismanto dan di Ketika Guru Menulis.
This entry was posted in Artikel and tagged , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Bedanya Mendidik dan Mengajar

  1. Pradit says:

    Saya pernah ikut program DBE dari USAID Amerika. Ternyata memang pendidikan harus sesuai dengan kehidupan sekitar bukan sekedar teori. Anak dituntut untuk mandiri dan mencari sendiri ilmu yang dia telah miliki. Guru tidak serta merta sebagai sumber satu2nya. Sebenarnya ini adalah gambaran masyarakat Amrik yang menekankan pada kreatifitas rakyat dalam berkarya. bukan bergantung kepada pemerintahnya. Hal ini terbalik dengan Indonesia dimana rakyat terlalu bergantung pada pemerintah sebagaimana murid yang bergantung pada guru

  2. Kalau kita sebagai orang tua anak-anak kita, tentunya tidak cukup mengajari saja Pak ya?
    Semoga Allah menguatkan kita dalam mendidik anak kita

    Salam kenal. Terima kasih atas kunjungannya

    http://parentingislami.wordpress.com

  3. Sismanto says:

    Wah…terimakaish atas tambahan infonya. yang lain juga boleh menambahi koq.. :)

  4. Pingback: Filosofi Pendidikan | rhedo's Blog

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s