KEBERPIHAKAN PARTISIPATIF MENGATASI LUMPUR LAPINDO

Sismanto, M.KPd.

Permasalahan lingkungan bukanlah permasalahan yang berdiri sendiri, melainkan merupakan permasalahan yang saling terkait dengan banyak hal sepertihalnya politik, ekonomi maupun sosial. Sebagai contoh banyaknya tanaman tepi jalan di Malang yang ditebang akibat kepentingan ekonomi, banyak warga yang merusak hutan karena desakan kebutuhan maupun kebijakan instansi terkait pada masa lalu yang tidak banyak berpihak pada masyarakat tepi hutan dan masih banyak lagi contoh kaitan masalah lingkungan dengan masalah lain. Dengan demikian sangat tidak mungkin menyelesaikan masalah lingkungan tanpa memperhatikan faktor-faktor lain.

Saat ini masih nampak bahwa permasalahan lingkungan diselesaikan secara terpisah sebagai contoh rehabilitasi hutan dilaksanakan dengan menanam pohon belum sampai menggali apa keinginan dan kebutuhan warga. Sebaiknya selain rehabilitasi dengan penanaman perlu dilakukan juga pemberdayaan masyarakat. Jika hal itu dilakukan, sangat mungkin masyarakat akan merasa memiliki sehingga dengan sendirinya mereka akan melestarikannya. Demikian juga dengan masalah-maslah lingkungan yang lain, seperti sering terjadi aksi-aksi protes warga dalam pembangunan tempat pembuangan sampah.

Disamping itu nampak kesan seolah-olah masalah lingkungan hanya diselesaikan oleh aktifis lingkungan maupun instansi-instansi tertentu saja. Bahkan banyak masyarakat yang tidak mendukung kegiatan-kegiatan aktifis lingkungan. Dengan demikian banyak kegiatan yang memperjuangkan lingkungan tidak dapat berhasil karena dilakukan secara terpisah-pisah. Untuk itu perlu adanya penyadaran pada seluruh anggota masyarakat, karena setiap kegiatan yang tidak mendapat dukungan masyarakat luas tentunya tidak akan berhasil sebab pada dasarnya permasalahan lingkungan adalah masalah bersama.

Kegiatan pembentukan kesadaran kolektif tersebut dapat dimulai dari pendidikan, pendidikan memiliki potensi yang kuat dalam hal ini baik potensi akademik maupun potensi dari kuantitas individu yang terlibat. Secara akademis jelas bahwa guru memiliki pengetahuan yang tinggi dalam bidang lingkungan. Aktifitaspun telah banyak dilakukan meskipun belum banyak koordinasi dilakukan bersama antar guru.

Pembentukan kesadaran kolektif para guru akan memiliki dua makna strategis, pertama dapat menyatukan seluruh aktifitas lingkungan sehingga akan merupakan kekuatan yang memiliki daya tekan terhadap kebijakan. Kedua aktifitas yang dilakukan guru akan sangat mudah di transfer ke anak didik, dinama anak didik dapat mentransfernya ke keluarga dan masyarakat sekitarnya. Dengan demikian pembentukan forum guru se- Malang Raya dikemudian hari diharapkan dapat memiliki peranan dalam pembentukan kesadaran kolektif untuk menyelamatkan lingkungan di Malang Raya.

About Admin

Sismanto, lahir di Pati, 28 tahun yang lalu. Putra pertama dari 4 bersaudara ini menghabiskan waktu remajanya selama 17 tahun di pondok pesantren sembari menimba ilmu pengetahuan umum, ia menamatkan S2 Magister Kebijakan Pendidikan (2006). Tulisan-tulisannya pernah menghiasi beberapa Koran dan majalah, baik lokal maupun nasional seperti; Koran Pendidikan, Kaltim Post, Tribun Kaltim, Majalah Spora, Majalah Mata Baca, dan pemimpin redaksi primagazine. Sementara buku pertamanya tidak jauh dari tulis menulis dan minat baca yang berjudul "Manajemen Perpustakaan Digital" (Afifa Pustaka, 2007). Buku keduanya ditulis secara kolosal "Menggenggam Cahaya" (Eska Publishing House, 2008). Pernah menjadi finalis lomba Karya Tulis Sinologi V Nasional di Yogyakarta (2007). Finalis Lomba Karya Tulis Nasional Departemen Agama RI (2007), dan finalis Lomba Karya Tulis Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) di PT. Kaltim Prima Coal (2008). Saat ini aktivitasnya menjadi guru SD Primaschool PT. Kaltim Prima Coal, di samping itu juga sebagai konsultan pendidikan dan analis kebijakan pendidikan. Beliau punya motto "jadilah guru diri sendiri sebelum menjadi guru orang lain". Saat ini masih terobsesi menjadi "teroris ilmu pengetahuan” dan sedang mempersiapkan diri untuk kuliah S3. Sismanto dapat dihubungi dengan mengunjungi blog di Situs Pribadi Sismanto dan di Ketika Guru Menulis.
This entry was posted in Artikel and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s