Syair Lagu Iwan Fals dan Tuntutan Reformasi

Gejala merebaknya penulisan karya-karya sastra yang berupa syair lagu, yang dilantunkan oleh kelompok musik di Indonesia dengan nuansa realitas pada era sebelum reformasi maupun di era, ini membuktikan bahwa secara esensial sastara tidak dapat dipisahkan dari kenyataan yang ada dalam masyarakat.
Konteks wacana politik dewasa ini sebagai realitas sosial-kultural masyarakat sedikit banyak berperan dalam pertumbuhan kesusastraan di majalah, Koran maupun syair lagu yang berupa musik.
Gelombang demonstrasi yang disulut oleh para maha siswa sebagai mata panah reformasi kurang lebihnya telah mampu memberi ilham bagi segenap sasrawan untuk turut ambil bagian dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui karya realitas.
Pada umumnya karya-karya Iwan Fals sangat kental dengan kritik soaial, bahkan sebelum reformasi bergulir Iwan fals sudah banyak menciptakan syair lagu yang berhubungan dengan agenda reformasi yang ada dalam album salam reformasi, diantaranya yang sangat terkenal dikalangan masyarakat diantaranya, syair lagu “surat buat wakil rakyat” pada tahun 1987 yang menceritakan ketidak pecusan dan ketidakmampuan lembaga perwakilan rakyat dalam menyuarakan nurani rakyat, terutama selam rezim orde baru berkuasa.
Syair lagu tikus-tikus kantor pada tahun 1984 yang menceritakan tentang suap-menyuap di lembaga-lembaga pemerintahan yang berbentuk (KKN). Syair lagu serdadu pada tahun 1990 yang menceritakan tentang kekerasan aparat keamanan terhadap masyarakat yang ingin menyuarakan ketidakadilan yang melindungi antek-antek orde baru yang menghalalkan segala hal. Syair lagu galang rambu anarki pada tahun 1982, yang menceritakan tentang harga-harga sembako yang sering melambung tinggi yang tidak bisa dijangkau oleh rakyat kecil.
Syair lagu sarjana muda pada tahun 1980 yang menceritakan tentang sulitnya intelektual muda mencari pekerjaan di perusahaan-perusahaan, dan lembaga-lembaga pemerintahan sehingga terjadi banyak pengangguran. Syair lagu siang di seberang istana pada tahun 1982 yang menceritakan tentang anak jalananan dikota-kota besar yang kurang diperhatikan oleh pemerintah maupun orang-orang kaya.
Dan banyak lagi syair lagu yang lain…..

About Admin

Sismanto, lahir di Pati, 28 tahun yang lalu. Putra pertama dari 4 bersaudara ini menghabiskan waktu remajanya selama 17 tahun di pondok pesantren sembari menimba ilmu pengetahuan umum, ia menamatkan S2 Magister Kebijakan Pendidikan (2006). Tulisan-tulisannya pernah menghiasi beberapa Koran dan majalah, baik lokal maupun nasional seperti; Koran Pendidikan, Kaltim Post, Tribun Kaltim, Majalah Spora, Majalah Mata Baca, dan pemimpin redaksi primagazine. Sementara buku pertamanya tidak jauh dari tulis menulis dan minat baca yang berjudul "Manajemen Perpustakaan Digital" (Afifa Pustaka, 2007). Buku keduanya ditulis secara kolosal "Menggenggam Cahaya" (Eska Publishing House, 2008). Pernah menjadi finalis lomba Karya Tulis Sinologi V Nasional di Yogyakarta (2007). Finalis Lomba Karya Tulis Nasional Departemen Agama RI (2007), dan finalis Lomba Karya Tulis Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) di PT. Kaltim Prima Coal (2008). Saat ini aktivitasnya menjadi guru SD Primaschool PT. Kaltim Prima Coal, di samping itu juga sebagai konsultan pendidikan dan analis kebijakan pendidikan. Beliau punya motto "jadilah guru diri sendiri sebelum menjadi guru orang lain". Saat ini masih terobsesi menjadi "teroris ilmu pengetahuan” dan sedang mempersiapkan diri untuk kuliah S3. Sismanto dapat dihubungi dengan mengunjungi blog di Situs Pribadi Sismanto dan di Ketika Guru Menulis.
This entry was posted in Artikel and tagged . Bookmark the permalink.

4 Responses to Syair Lagu Iwan Fals dan Tuntutan Reformasi

  1. Tuti JR says:

    Saya sangat terharu membaca artikel ini yang aspiratif bagi masyarakat. Seorang seperti Iwan Fals sangatlah sedikit di negeri ini. Seorang yang konsisten dalam perjuangannya lewat syair lagunya. Gaya dan daya juang inilah yang saya harapkan bukan seperti sekarang ini yang marak penuh dengan adu jotos dan kekonyolan……..yang pada akhirnya tentu tidak akan menghasilkan apa-apa.
    Saya bersyukur mempunyai Iwan Fals, saya berdo’a semoga Iwan Fals tetap sehat, tetap kreatif dan tetapi memiliki energi daya juang yang santun…. Bravo Iwan !!!

  2. Prisca says:

    Aishiteru, saranghaeyo, i love u so much mas iwan fals. .

    Sm9 rahmat n hidayah Allah slalu trcurah pd mu. . Amin

  3. janan says:

    salut buat iwan fals

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s