Mengenal Maskapai TigerAirways Mandala

Changi Airport Post Office
P.O. Box 181
Singapore 918147
Singapore
Tel: – Email: URL: http://www.tigerairways.com/

Untuk penerbangan Tigerair di Indonesia, dioperasikan oleh Tigerair Mandala.

Tigerair (Sebelumnya: Tiger Airways) (TR/TGW) adalah maskapai penerbangan Singapura yang melayani segmen berbiaya murah atau Low-Cost Carrier (LCC). Dengan bermarkas di Bandara Internasional Changi di Singapura, Tigerair Singapore melayani jangkauan rute Asia Pasifik yang luas mencakup Asia Tenggara, Australia, China dan juga India. Berdiri pada 12 Desember 2003, Tigerair mulai melakukan penjualan tiket pada Agustus 2004 dan melakukan penerbangan perdananya pada 15 September 2004 dengan melayani rute Singapura – Bangkok. Semua pesawat Tigerair hanya menawarkan kelas Ekonomi saja dengan berkapasitas 180 tempat duduk.

Sebagai maskapai berbiaya rendah, Tigerair memperbolehkan tiap penumpangnya untuk membawa bagasi kabin dengan bobot sampai 10 kg. Tigerair tidak menyediakan makanan dan minuman gratis kepada penumpangnya. Namun, menu makanan ringan seperti sandwich, mie instan serta minuman hangat dan dingin dapat dibeli dari Tiger Bites. Demi menekan biaya dan tetap bisa menawarkan harga tiket Tigerair yang murah, maka pihak perusahaan juga tidak menyediakan fasilitas In-Flight Entertainment bagi penumpang, namun tersedia majalah Tiger Tales sebagai bacaan pengisi waktu luang.

Tigerair Singapore adalah maskapai yang berbasis LCC yang berfokus pada penawaran tiket pesawat murah dan telah menjadi unggulan di kawasan Asia. Pada Februari 2006, Tigerair adalah maskapai LCC pertama milik Singapura yang memperoleh ijin dari pemerintah China untuk melayani rute-rute penerbangan di China selatan antara lain Shenzhen, Haikou dan Guangzhou. Di tahun 2013 (per 30 April), Tigerair Singapore mengoperasikan 21 armada Airbus A320.

Sejumlah penghargaan pun pernah diterima oleh Tigerair, antara lain sebagai maskapai low budget terbaik dari CAPA’s Aviation Awards for Excellence (2010), maskapai LCC dengan Best in-flight meals dari Asia Pacific Airline Food Awards (2012) dan sebagai “Top 3 Airlines by Passenger Carriage” dari Changi Airline Awards (2013). Dengan menawarkan harga tiket yang murah, Tigerair memiliki komitmen untuk terus memberikan layanan terbaik dalam hal keamanan, kenyamanan dan kredibilitas.

Armada Pesawat

Tigerair airbus a320 ri
Airbus A320-200
22 pesawat

Kota Tujuan Tigerair

Kota Populer

  • Jakarta
  • Bali / Denpasar
  • Surabaya
  • Bandung
  • Medan
  • Yogyakarta
Jawa

  • Bandung
  • Jakarta
  • Surabaya
  • Yogyakarta
Sumatera

  • Medan
  • Palembang
  • Pekanbaru
Bali & Nusa Teng.

  • Bali / Denpasar
  • Lombok
Luar Negeri

  • Bangkok
  • Hong Kong
  • Kuala Lumpur
  • Penang
  • Phuket
  • Singapore

Cara pemesanan tiket Tigerair

Reservasi/online booking tiket Tigerair dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

  1. Cari rute Tigerair yang diinginkan di search box di atas (lihat Cara Pakai untuk bantuan)
  2. Lakukan online booking Tigerair dengan cara mengisi data penumpang
  3. Pilih Cara pembayaran
  4. Bayar dan e-tiket Tigerair akan dikirimkan ke email Anda

E-tiket Tigerair

E-tiket Tigerair dapat digunakan sebagai bukti untuk terbang dengan menggunakan Tigerair. Jika Anda telah mendapatkan e-ticket melalui email, maka dapat anda print dan dibawa pada saat proses check-in.

Perubahan/Pembatalan/Refund Tigerair

Prosedur Refund

Untuk keterangan lebih lanjut silahkan baca halaman FAQ ketentuan dan prosedur refund.

Ubah Nama

  • Hanya dapat dilakukan melalui Call-Center Tigerair: 021-29396688 (Indonesia) / +65-3157-6434 (Singapore).
  • Dapat dilakukan selambatnya 4 jam sebelum waktu keberangkatan.
  • Dikenakan biaya ubah nama per penumpang per penerbangan satu arah.

Reroute/Pindah Rute

  • Tidak bisa, kecuali tertera di tiket.

Rebook/Reschedule

  • Hanya dapat dilakukan melalui Call-Center Tigerair: 021-29396688 (Indonesia) / +65-3157-6434 (Singapore).
  • Bisa dilakukan untuk di atas selambatnya 4 jam sebelum jadwal keberangkatan dengan dikenakan biaya per penumpang per sektor ditambah dengan perbedaan tarif dengan harga tiket yang baru.

Pembatalan (Cancellation) & Refund

Tidak bisa.

Setelah melakukan transaksi tiket pesawat, Tigerair tidak memperbolehkan refund untuk alasan apapun termasuk kompensasi akan segala jenis kehilangan atau ketinggalan pesawat. Hal Ini diterapkan karena perusahaan berfokus kepada penekanan biaya penerbangan agar tetap rendah dan terjangkau.

Refund hanya dapat dilakukan dikarenakan oleh pembatalan sepihak dari pihak maskapai.

Sejarah Tigerair

Maskapai berlogo harimau ini memulai penjualan tiketnya pada 31 Agustus 2004 dan melayani rute perdananya pada tanggal 15 September 2004. Pada saat itu, Tigerair adalah maskapai low-budget pertama yang beroperasi di Budget Terminal, Bandara Changi Singapura dengan memfokuskan strategi rutenya ke tujuan-tujuan dalam radius 5 jam dari Singapura.

Pada awal berdirinya, Tigerair menghadapi sejumlah tantangan. Pada saat itu, industri penerbangan sedang mengalami krisis yang diakibatkan oleh melambungnya harga minyak. Di samping itu, tingkat persaingan maskapai juga sedang tinggi-tingginya. Dalam kurun waktu satu tahun setelah penerbangan perdananya, Tigerair sudah berhasil melayani 50.000 penumpang dan 5.000 penerbangan yang on-time.

Dari 4 armada yang melayani 9 rute regional, Tigerair memiliki target untuk menambah armadanya hingga 9 buah Airbus A320, menambah 6 rute baru (terutama China dan India) serta mengangkut hingga 3 juta penumpang sampai pada akhir 2006. Setelah memperoleh ijin dari pemerintah China (yang pertama di Singapura) untuk melayani rute-rute di selatan China, pada April 2006 Tigerair secara resmi melayani rute-rute seperti Shenzhen, Haikou dan Guangzhou.

Pada tahun 2012, Tiger Airways Holding Ltd. mengakuisisi saham maskapai Indonesia Tigerair Mandala (sebelumnya: Mandala Airlines) dengan memiliki saham sebesar 33% yang dikelola melalui Tigerair Singapore. Di tahun yang sama juga, Tigerair pindah ke Terminal 2 Changi Airport karena Budget Terminal ditiadakan.

Pada bulan Juli 2013, maskapai low-budget yang sebelumnya bernama Tiger Airways ini melakukan rebranding menjadi Tigerair. Logo lama yang berupa image harimau yang sedang melompat diganti menjadi tipografi kontemporer bertuliskan ‘tigerair’. Logo bertuliskan ‘tigerair’ ini berwarna abu-abu dengan sentuhan cerah oranye pada titik huruf ‘i’ dan ekor huruf ‘g’ yang merujuk pada ekor harimau dan juga senyuman. Kampanye rebranding ini bertujuan untuk memberi kesan fresh yang lebih modern, hangat dan bersemangat muda.

Seragam Pramugari Tigerair

gambar pramugari Tigerair

Pramugari Tigerair mengenakan seragam yang mengutamakan efisiensi dalam melayani para penumpang. Mereka mengenakan celana hitam yang dipasangkan dengan kaos kuning keemasan dengan scarf bercorak loreng yang dikenakan di pinggang. Untuk pramugara, seragamnya adalah juga celana hitam yang dipasangkan dengan kemeja warna krem.

Makanan di pesawat Tigerair

Sebagai sebuah maskapai low-budget, Tigerair hanya menyediakan makanan dan minuman berbayar kepada para penumpang. Makanan berkisar dari sandwich, mie instan dll. Minuman yang tersedia mencakup antara lain minuman hangat dan juga soda.

Kebijakan penumpang anak-anak dan bayi Tigerair

  1. Anak-anak di atas usia 2 tahun diharuskan memiliki konfirmasi booking dan tempat duduk terpisah sendiri seperti layaknya orang dewasa.
  2. Bayi dikategorikan untuk usia dari 0 hingga 23 bulan dan diperbolehkan melakukan penerbangan dengan ketentuan duduk di pangkuan satu penumpang dewasa. Maksimal 1 (satu) bayi untuk tiap penumpang dewasa. Kursi atau kereta bayi tidak diperbolehkan di kabin pesawat.
  3. Bayi kurang dari usia 7 (tujuh) hari tidak diterima di dalam penerbangan.

sumber:  http://www.traveloka.com/tigerair diakses pada 15 Desember 2013

About Admin

Sismanto, lahir di Pati, 28 tahun yang lalu. Putra pertama dari 4 bersaudara ini menghabiskan waktu remajanya selama 17 tahun di pondok pesantren sembari menimba ilmu pengetahuan umum, ia menamatkan S2 Magister Kebijakan Pendidikan (2006). Tulisan-tulisannya pernah menghiasi beberapa Koran dan majalah, baik lokal maupun nasional seperti; Koran Pendidikan, Kaltim Post, Tribun Kaltim, Majalah Spora, Majalah Mata Baca, dan pemimpin redaksi primagazine. Sementara buku pertamanya tidak jauh dari tulis menulis dan minat baca yang berjudul "Manajemen Perpustakaan Digital" (Afifa Pustaka, 2007). Buku keduanya ditulis secara kolosal "Menggenggam Cahaya" (Eska Publishing House, 2008). Pernah menjadi finalis lomba Karya Tulis Sinologi V Nasional di Yogyakarta (2007). Finalis Lomba Karya Tulis Nasional Departemen Agama RI (2007), dan finalis Lomba Karya Tulis Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) di PT. Kaltim Prima Coal (2008). Saat ini aktivitasnya menjadi guru SD Primaschool PT. Kaltim Prima Coal, di samping itu juga sebagai konsultan pendidikan dan analis kebijakan pendidikan. Beliau punya motto "jadilah guru diri sendiri sebelum menjadi guru orang lain". Saat ini masih terobsesi menjadi "teroris ilmu pengetahuan” dan sedang mempersiapkan diri untuk kuliah S3. Sismanto dapat dihubungi dengan mengunjungi blog di Situs Pribadi Sismanto dan di Ketika Guru Menulis.
This entry was posted in Tiket Pesawat. Bookmark the permalink.