Optimalisasi Tablet Sebagai Media Pembelajaran

Optimalisasi Tablet Sebagai Media Pembelajaran

Sismanto*)

Berkembangnya teknologi informasi secara cepat yang ditemukan dari hasil penemuan maupun penelitian sehingga para ahli teknologi informasi dapat menemukan media-media komunikasi informasi yang dapat berkomunikasi satu arah maupun dua arah, dapat menemukan komputer, laptop dan tablet yang membantu proses pembelajaran.

Perkembangan informasi global semakin tampak dirasakan oleh masyarakat, baik dalam kebutuhan barang, layanan maupun jasa. Penemuan teknologi informasi ini tentu saja mengubah cara pandang dan berpikir manusia untuk bisa beradaptasi secara cepat dan masif seiring dengan berkembangnya teknologi. Teknologi berkembang mulai dari analog ke digital, dari tulis tangan, komputer ke teknologi informaai tablet.

Begitu juga seseorang yang berprofesi sebagai guru seperti saya. Dahulu ketika tanpa adanya teknologi informasi yang seperti sekarang ini, sebelum mengajar saya membuat administrasi pembelajaran sebagai tugas wajib guru dan juga media pembelajaran yang sesuai untuk diajarkan kepada anak didik.

Sekedar diketahui media pembelajaran merupakan alat bantu yang digunakan guru untuk merangsang cipta, rasa, dan karya sehingga peserta didik dapat memahami dengan mudah pembelajaran ataupun terjadinya proses belajar yang baik.

Biasanya media pembelajaran berkaitan dengan bentuk fisik atau menyampaikan prosedur di depan anak didik, misalnya ketika saya akan mengajarkan cara membuat jus tomat dengan menggunakan metode CDT (Component Display Theory), sebuah teori mengingat fakta, konsep, dan prosedur maka saya akan menuliskan konsep dan prosedur pembuatan jus tomat di papan tulis.

Sekarang dengan berkembangnya teknologi informasi, metode pembelajaran yang awalnya manual saya tuliskan di papan tulis kemudian bergeser menjadi saya paparkan di slide persentasi tentang konsep dan fakta jus tomat di layar infocus yang saya koneksi kan dengan komputer PC maupun laptop terlebih lagi ketika era tablet khususnya Samsung A8 yang support terhadap pengembangan media pembelajaran.

Disamping pengungkapan fakta dan konsep di layar Infocus, prosedur pembuatan jus juga bisa saya lakukan dengan menampilkan slide pembuatan jus tomat ataupun juga bisa ditampilkan video prosedur pembuatan jus tomat. Hal ini akan semakin menarik minat siswa untuk mempelajari atau melakukan prosedur pembuatan jus tomat dengan melihat tutorial yang ada di slide.

Dengan demikian, perkembangan teknologi informasi di tablet akan semakin membuka peluang-peluang baru bagi pengembangan media pembelajaran yang mudah diimplementasikan oleh semua guru di Indonesia. Oleh itu, saat ini teknologi informasi sudah menjadi keharusan bagi guru di Indonesia, terlebih untuk mengahadapi tuntutan kebutuhan bangsa Indonesia akan sebuah masyarakat yang berbasis literacy digital.

*) Anggota IGI Kutai Timur dan analis kebijakan pendidikan

Diterbitkan juga di
OPTIMALISASI TABLET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN – http://www.igi.or.id/optimalisasi-tablet-sebagai-media-pembelajaran.html

About Admin

Sismanto, lahir di Pati, 28 tahun yang lalu. Putra pertama dari 4 bersaudara ini menghabiskan waktu remajanya selama 17 tahun di pondok pesantren sembari menimba ilmu pengetahuan umum, ia menamatkan S2 Magister Kebijakan Pendidikan (2006). Tulisan-tulisannya pernah menghiasi beberapa Koran dan majalah, baik lokal maupun nasional seperti; Koran Pendidikan, Kaltim Post, Tribun Kaltim, Majalah Spora, Majalah Mata Baca, dan pemimpin redaksi primagazine. Sementara buku pertamanya tidak jauh dari tulis menulis dan minat baca yang berjudul "Manajemen Perpustakaan Digital" (Afifa Pustaka, 2007). Buku keduanya ditulis secara kolosal "Menggenggam Cahaya" (Eska Publishing House, 2008). Pernah menjadi finalis lomba Karya Tulis Sinologi V Nasional di Yogyakarta (2007). Finalis Lomba Karya Tulis Nasional Departemen Agama RI (2007), dan finalis Lomba Karya Tulis Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) di PT. Kaltim Prima Coal (2008). Saat ini aktivitasnya menjadi guru SD Primaschool PT. Kaltim Prima Coal, di samping itu juga sebagai konsultan pendidikan dan analis kebijakan pendidikan. Beliau punya motto "jadilah guru diri sendiri sebelum menjadi guru orang lain". Saat ini masih terobsesi menjadi "teroris ilmu pengetahuan” dan sedang mempersiapkan diri untuk kuliah S3. Sismanto dapat dihubungi dengan mengunjungi blog di Situs Pribadi Sismanto dan di Ketika Guru Menulis.
This entry was posted in Artikel, Inspirasi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s