Nadham Alfiyah Mengingatkan Kita Dzikir Kepada Allah

:: Nadham Alfiyah Mengingatkan Kita Dzikir Kepada Allah ::

Sismanto HS*)

img_20161127_091203Meminjam bahasa Mbah Wikipedia “Alfiya is a rhymed book of Arabic grammar written by Ibn Malik in the 13th century. The long title is al-Khulāsa al-alfiyya”

Syaikh Jamaluddin Muhammad bin ‘Abdullah mengarang kitab Alfiyah Ibnu Malik terdiri dari 1002 bait yang menjelaskan kaidah ilmu nahwu dan shorof.

Tidak hanya nahwu dan shorof  kitab ini juga mengkaji makna sastra yang indah bila ditelaah lebih mendalam.

Misalnya pada nadham berikut ini

فَارْفَعْ بِضَمٍّ وَانْصِبَنْ فَتْحًا وَجُرّ # كَسْرًاكَذِكْرُاللهِ عَبْدَهُ يَسُرّ

وَاجْزِمْ بِتَسْكِيْنٍ…………

Alamat asli atau tanda tanda I’rob itu ada 4 macam, yaitu : dlommah untuk rofa’, fathah untuk nashob, kasroh untuk jer, dan sukun untuk jazm.

Kehidupan manusia selalu berubah-ubah, begitu juga gilir gumantinya jaman. Seseorang kadang-kadang berada di puncak garis kejayaan, berada pada masa keemasan, dan terkadang seseorang bisa ambruk juga berada pada posisi yang paling bawah.

Ketika berada di atas tidak boleh sombong atau jumawa, dan ketika berada di bawah juga tidak perlu kecil hati. Hidup itu sebenarnya sederhana, simpel, dan tidak perlu dipersulit.

Disinilah perlunya kita berpikir dan bersandar hanya kepada Allah supaya kehidupan kita menjadi gampang. Ada analogi cerita yang viral di media sosial barangkali bisa menjadi salah satu contoh yang bisa menggambarkan dari salah satu permasalahan yang ada di nadhom alfiah ini.

Saya tidak tahu persis siapa yang membuat cerita ini.

*****

Di area pemakaman, Seorang dokter menangis di depan sebuah makam yg tanahnya masih merah.

Uniknya di pusara makam terletak batu nisan berbentuk hati yg cukup besar, serta mencolok.

Ustadz :

“Sudah, ikhlaskan saja, jangan terus menangis…”

Dokter :

“Ustadz, gimana saya tidak sedih. Bagaimana kalau saya yg mati?”

Ustadz :

“Semua orang pasti mati, Dok !”

Dokter :

“Begini pak Ustadz, yg mati ini teman saya.

Kami para kumpulan Dokter Spesialis sudah sepakat, siapa saja di antara kami yg mati, maka akan dibuatkan batu nisan dengan gambar sesuai bidang spesialis yg kami tekuni”

Ustadz :

“Ooo… teman dokter yg mati ini apa spesialisnya?”

Dokter :

“Dia spesialis HATI, makanya batu nisan dia berbentuk hati.”

Ustadz :

“Lalu apa yg membuat anda begitu khawatir?”

Dokter :

“Lahh, kalau saya mati, gak bisa ngebayangin batu nisan yg akan dibuat untuk saya…”

Ustadz :

“Emang dokter spesialis apa?”

Dokter :

“Saya kan Dokter spesialis KELAMIN, Pak Ustadz !!”

Ustadz :

“Astaghfirullah haladzim…”  (Ustad sampai melompat…. mikir dan tersenyum krn gak bisa nahan ketawa akirnya ustad bilang )

“Gak apa-apa, tenang aja, entar batu nisannya dipakein celana…”:D:D:D

Нaªªнaªªнaªªнaªª

si Dokter akhirnya ketawa juga.

(Cerita diambil dari sumber Anonymous)

Berangkat dari cerita sederhana di atas, nampaknya permasalahan itu sulit diurai. Namun bila dimaknai secara mudah, ternyata gampang juga bukan?

Dengan bersandar kepada Allah, hidup akan terasa lebih mudah.

Selamat pagi dan selamat berakhir pekan ….

About Admin

Sismanto, lahir di Pati, 28 tahun yang lalu. Putra pertama dari 4 bersaudara ini menghabiskan waktu remajanya selama 17 tahun di pondok pesantren sembari menimba ilmu pengetahuan umum, ia menamatkan S2 Magister Kebijakan Pendidikan (2006). Tulisan-tulisannya pernah menghiasi beberapa Koran dan majalah, baik lokal maupun nasional seperti; Koran Pendidikan, Kaltim Post, Tribun Kaltim, Majalah Spora, Majalah Mata Baca, dan pemimpin redaksi primagazine. Sementara buku pertamanya tidak jauh dari tulis menulis dan minat baca yang berjudul "Manajemen Perpustakaan Digital" (Afifa Pustaka, 2007). Buku keduanya ditulis secara kolosal "Menggenggam Cahaya" (Eska Publishing House, 2008). Pernah menjadi finalis lomba Karya Tulis Sinologi V Nasional di Yogyakarta (2007). Finalis Lomba Karya Tulis Nasional Departemen Agama RI (2007), dan finalis Lomba Karya Tulis Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) di PT. Kaltim Prima Coal (2008). Saat ini aktivitasnya menjadi guru SD Primaschool PT. Kaltim Prima Coal, di samping itu juga sebagai konsultan pendidikan dan analis kebijakan pendidikan. Beliau punya motto "jadilah guru diri sendiri sebelum menjadi guru orang lain". Saat ini masih terobsesi menjadi "teroris ilmu pengetahuan” dan sedang mempersiapkan diri untuk kuliah S3. Sismanto dapat dihubungi dengan mengunjungi blog di Situs Pribadi Sismanto dan di Ketika Guru Menulis.
This entry was posted in Artikel, Inspirasi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s